Ads 468x60px

Sample text

Sample Text


2013-01-23

Mukadimah

Bismillaahirrahmaanirrahiim….
Ucapan rasa syukur masih tak terkira ketika segala macam nikmat telah dihadiahkan oleh-Nya. Nikmat yang terkadang membuat lupa atas makna hidup dan kehidupan. Bahwa sebagai insan yang masih terus berusaha untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, dan meningkatkan kualitas din dalam diri masing-masing.
Hidup adalah sebuah proses. Karena dengan adanya proses, manusia dengan kemuliaan dari-Nya,dijadikannya sebagai khalifah di muka bumi. Dan karena kemuliaan pula, di antara makhluk lainnya, manusia telah diberikan amanah sebagai bentuk implementasi atas janji-janjinya sebelum terlahir di muka bumi.
Pada setiap lini dalam kehidupan, ada banyak rentetan peristiwa, cerita, argumentasi, narasi, atau juga mungkin kisah. Semua terjadi, bahkan telah tergoreskan rapi dalam lauh mahfudz yang telah di tetapkan-Nya dengan teliti dan sangat tegas. Tak ada manusia yang mampu menampik, namun sekiranya hanya bisa berusaha untuk menjadikan qadar tak begitu terasa berat dihadapi. 
Maka, ketika sebuah ilmu dan kisah pun diinginkan mengabadi dan tetap dikenang, menulis adalah sebuah langkah nyata yang menjadikan sebuah “ada” tetap menjadi “ada”. Menjadikan sebuah yang “tak nampak” menjadi “nampak”.
Tak heran, jika Pramoedya Ananta Toer mengatakan bahwa, “Aku menulis maka Aku ada”. Terlebih seorang Charil Anwar yang ingin hidup seribu tahun lagi, tergoreskan melalui puisinya yang berjudul “Aku”. Merekalah para tokoh yang mengabadi melalui goresan-goresan katanya. Melalui tulisan-tulisannya.
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) se-Universitas Negeri Makassar, telah mengambil sebuah langkah dalam pergerakan yang juga mampu menjadikannya abadi. Yaitu menulis.
Menulis adalah sebuah kegiatan yang dianggap paling efektif dan efisien, yang mampu menyalurkan segala macam ilmu dan pencerahan yang berguna bagi pembaca dan terkhusus bagi kader IMM se-UNM. Karena dengan barisan kata, semua hal mampu tersampaikan dengan baik.
Mengingat adanya salah satu program kerja bidang IPTEK pikom FT-FMIPA dan FBS, yaitu pengadaan blog ataupun website sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi, maka “Suara Pena” pun hadir.
Suara Pena dibentuk tak lain bertujuan untuk menyuarakan segala bentuk ilmu, informasi, dan aspirasi kader IMM se-UNM untuk para mahasiswa di kampus oranye dan masyarakat. Aspirasi? Ya, Aspirasi. Menyuarakan aspirasi melalui tulisan dapat dipastikan membuatnya lebih bermakna, jujur, transparan, dan tentunya meminimalisir intervensi.
Suara Pena juga dapat menjadi wadah penyambung silaturahim kader dan para alumni yang telah lebih dahulu berjuang dalam ikatan ini. Agar sekat-sekat itu hilang, dan menggantikan benang-benang ukhuwah yang semakin terikat kuat untuk mencapai tujuan persyarikatan, bersama.
   Maka dari itu, harapan dan impian yang terencana semoga dapat terealisasi dengan baik. Karena dukungan dan motivasi masih sangat dibutuhkan tetap terjaga.
Semoga Allah meridhoi niat hati yang tulus ini….
Billahi fii sabilil haq, fastabiqul khaerat….
(Ismi Kurnia Dewi Istiani: Kabid IPTEK pikom FBS IMM UNM)

No comments:

Post a Comment