Bismillaahirrahmaanirrahiim….
Ucapan rasa syukur
masih tak terkira ketika segala macam nikmat telah dihadiahkan oleh-Nya. Nikmat
yang terkadang membuat lupa atas makna hidup dan kehidupan. Bahwa sebagai insan
yang masih terus berusaha untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, dan
meningkatkan kualitas din dalam diri masing-masing.
Hidup adalah sebuah
proses. Karena dengan adanya proses, manusia dengan kemuliaan
dari-Nya,dijadikannya sebagai khalifah di muka bumi. Dan karena kemuliaan pula,
di antara makhluk lainnya, manusia telah diberikan amanah sebagai bentuk
implementasi atas janji-janjinya sebelum terlahir di muka bumi.
Pada setiap lini dalam kehidupan, ada banyak
rentetan peristiwa, cerita, argumentasi, narasi, atau juga mungkin kisah. Semua
terjadi, bahkan telah tergoreskan rapi dalam lauh mahfudz yang telah di
tetapkan-Nya dengan teliti dan sangat tegas. Tak ada manusia yang mampu
menampik, namun sekiranya hanya bisa berusaha untuk menjadikan qadar tak begitu
terasa berat dihadapi.
Maka, ketika sebuah ilmu dan kisah pun diinginkan
mengabadi dan tetap dikenang, menulis adalah sebuah langkah nyata yang
menjadikan sebuah “ada” tetap menjadi “ada”. Menjadikan sebuah yang “tak
nampak” menjadi “nampak”.
Tak heran, jika Pramoedya Ananta Toer mengatakan
bahwa, “Aku menulis maka Aku ada”. Terlebih seorang Charil Anwar yang ingin
hidup seribu tahun lagi, tergoreskan melalui puisinya yang berjudul “Aku”.
Merekalah para tokoh yang mengabadi melalui goresan-goresan katanya. Melalui
tulisan-tulisannya.
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) se-Universitas
Negeri Makassar, telah mengambil sebuah langkah dalam pergerakan yang juga
mampu menjadikannya abadi. Yaitu menulis.
Menulis adalah sebuah kegiatan yang dianggap paling
efektif dan efisien, yang mampu menyalurkan segala macam ilmu dan pencerahan
yang berguna bagi pembaca dan terkhusus bagi kader IMM se-UNM. Karena dengan
barisan kata, semua hal mampu tersampaikan dengan baik.
Mengingat adanya salah satu program kerja bidang
IPTEK pikom FT-FMIPA dan FBS, yaitu pengadaan blog ataupun website sebagai
sarana berbagi ilmu dan informasi, maka “Suara Pena” pun hadir.
Suara Pena dibentuk tak lain bertujuan untuk
menyuarakan segala bentuk ilmu, informasi, dan aspirasi kader IMM se-UNM untuk
para mahasiswa di kampus oranye dan masyarakat. Aspirasi? Ya, Aspirasi.
Menyuarakan aspirasi melalui tulisan dapat dipastikan membuatnya lebih
bermakna, jujur, transparan, dan tentunya meminimalisir intervensi.
Suara Pena juga dapat menjadi wadah penyambung
silaturahim kader dan para alumni yang telah lebih dahulu berjuang dalam ikatan
ini. Agar sekat-sekat itu hilang, dan menggantikan benang-benang ukhuwah yang
semakin terikat kuat untuk mencapai tujuan persyarikatan, bersama.
Maka dari
itu, harapan dan impian yang terencana semoga dapat terealisasi dengan baik.
Karena dukungan dan motivasi masih sangat dibutuhkan tetap terjaga.
Semoga Allah meridhoi niat hati yang tulus ini….
Billahi fii sabilil
haq, fastabiqul khaerat….
(Ismi
Kurnia Dewi Istiani: Kabid IPTEK pikom FBS IMM UNM)
No comments:
Post a Comment