Ads 468x60px

Sample text

Sample Text


2013-01-27

Kampus Sebagai Institusi Pendidikan untuk Membangun Kesadaran Kritis dan Berpikir Kreatif

Jika ingin ditanya, sebuah pusat institusi yang sangat strategis mencetak generasi-generasi pembangun bangsa, maka itu adalah kampus. Kampus yang memang seyogianya dibangun pada institusi pendidikan tinggi, dapat mewadahi para penuntut ilmu yang berjiwa muda dalam mengembangkan jiwa kritis dan berpikir kreatif.
Mahasiswa sebagai salah satu objek pendidikan tinggi, yang terlihat lebih banyak  menjalankan peran sosialis dan realis, saat ini juga banyak kehilangan kesempatan dalam mengembangkan  potensi yang dimilikinya. 
Lembaga Kemahasiswaan           
            Sejak awal semester ganjil tahun lalu, ada yang kurang ketika kita berkunjung di salah satu fakultas di kampus oranye, UNM. Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) yang sejak saat itu kehilangan “nyawa”nya. Ada sekitar dua puluh lembaga kemahasiswaan (LK) dibekukan, karena adanya hasil keputusan rapat senat dan keputusan rektor yang juga men-drop out beberapa mahasiswa, akibat suatu kesalahan.
Tak tanggung, para aktvis kampus yang selama ini selalu bersumbangsih dan mencetak prestasi di kampus ini pun meradang. Sejuta bentuk protes dan kecaman pun muncul. Mereka tak menerima keputusan birokrasi yang menurut mereka adalah keputusan yang “menindas”. Tak ayal memang, ketika semenjak saat itu, kampus hanya dipandang berfungsi sebagai tempat proses belajar-mengajar saja.
Rasanya ada yang hilang ketika lembaga kemahasiswaan yang dulunya sebagai bagian dari kampus, tiba-tiba lenyap dan tidak lagi menunjukkan eksistensinya pada para kaum muda yang selalu haus akan ilmu. Tak ada lagi sebuah wadah yang membangkitkan dan merangsang secara intensif jiwa kreatifitas dan pikiran kritis mahasiswa.
Padahal jika diamati, lembaga kemahasiswaan adalah salah satu lembaga yang selama ini sangat berperan aktif mengolah dan menghasilkan kreatifitas dan jiwa kritis mahasiswa. Mengapa? Karena lembaga mahasiswa dengan tujuan dan keunikannya masing-masing, telah banyak memberikan pengetahuan nonformal kepada para anggotanya.
Kritis dan Kreatif
Kritis dan kreatif adalah hal penting yang dimiliki setiap lembaga kemahasiswaan. Lembaga kemahasiswaan umumnya dibentuk berdasarkan hal tersebut.
Memang, kesadaran kritis dan berpikir kreatif dikalangan kaum muda saat ini cukup intensif diciptakan. Kedua hal ini umumnya ditanamkan pada kaum muda yang aktif berkiprah pada organisasi. Sangat kurang peran kegiatan belajar mengajar dalam peningkatan dua kemampuan ini pada mahasiswa.
Tak heran jika mereka yang berstatus aktivis lebih condong menerapkan dua kemampuan ini dalam kegiatan dan pemikirannya sehari-hari. Bagi mereka, segala lini kehidupan sebaiknya berjalan sesuai yang diinginkan. Tidak ada yang merasa tertindas dan meninndas. Lebih tepatnya, konsep idealis yang dominan.
  Kesadaran kritis dan berpikir kreatif adalah dianggap modal lebih jika keduanya dimiliki seseorang. Kritis adalah hasil dan bentuk nyata dari proses berpikir kreatif. Kritis adalah suatu keadaan yang menggambarkan sikap tidak mudah menerima suatu keadaan ataupun pernyataan yang telah ada.
Sedangkan berpikir kreatif adalah proses kerja otak yang berdaya cipta, menemukan, dan menghasilkan. Orang-orang yang berpikir kreatif dianggap sebagai orang-orang yang mampu berpikir “diluar kotak” yang tidak seperti kebanyakan orang. Karena berpikir kreatif pula yang menyebabkan seorang yang tebiasa berpikir kreatif dapat dengan mudah memecahkan masalah (problem solving).
Kesadaran kritis merupakan sebuah modal utama yang harus dimiliki oleh mahasiswa. Mengapa? Sebab sikap “tidak mudah menerima” adalah sikap yang bisa memicu timbulnya perubahan karena adanya solusi-solusi yang bisa saja tercipta. Kesadaran kritis juga selalu dapat menuntut kebenaran ataupun hal yang tersembunyi pada sebuah realita.
Maka dengan mengasah kesadaran kritis dan berpikir kreatif mahasiswa, lingkungan kampus bisa saja diharapkan menjadi unsur penting dalam pengembangan kretifitas, nalar, dan segudang kemampuan mahasiswa.
Diharapkan pula, kampus bukan hanya dianggap sebagai tempat produksi akademik, namun pula menjadi sentral kegiatan mahasiswa yang mampu mengukir nama baik institusi (universitas), baik secara regional maupun secara nasional.
- Ismi Kurnia Dewi Istiani (Kabid IPTEK Pikom FBS IMM UNM)

No comments:

Post a Comment